Sabtu, 28 Mei 2011

Antara Bekam , Thibbun nabawi , dan kedokteran modern




                  Saat ini, di masyarakat sudah berkembang pemahaman bahwa bekam merupakan thibbun nabawi. banyak ajakan agar masyarakat kembali pada pengobatan bekam. demikian juga ,ajakan agar kembali ke thibbun nabawi, ini merupakan hal yang baik karena masyarakat di ajak untuk menghidupkan kembali pengobatan-pengobatan yang pernah di rekomendasikan nabi ribuan tahun yang lalu.
Namun yang sangat disayangkan, ajakan kembali ke thibbuun nabawi itu, serta dengan penolakan terhadap pengobatan lainnya  yang dianggap bukan bagian dari thibbun nabawi .
              Thibbun nabawi sebenarnya  merupakan perpaduan berbagai  disiplin ilmu kedokteran. Baik pengobatan modern, tradisional, maupun alternatif. ilmu ini pula dikembangkan  umat islam keseluruh  dunia, yakni dari arab ke eropa dan keseluruh negara-negara barat hingga abad ke 17. Saat itu tidak ada pemisahan antara ilmu pengobatam modern, dan ilmu kedokteran tradisional. Mereka mengamalkan keduanya . karena itulah , umat islam menguasai daratan eropa . Baru pada awal abad ke 19 orang-orang yahudi dan nasrani menghapuskan ilmu kedokteran yang berasal dari kaum muslimin dari kurikulum-kurikulum sekolah mereka di negara-negara eropa . mereka kemudian mengembangkan ilmu kedokteran yang sudah terpisah tadi, sehingga maju seperti sekarang ini. Lalu mereka mengatakan bahwa ilmu kedokteran barat yang maju itu milik mereka, dan itulah yang


mereka sebut ilmu kedokteran modern. sedang yang lainnya, yang menurut mereka ketinggalan zaman, yang mereka sebut ilmu kedokteran tradisional  sebagai milik orang islam. padahal sekarang ini sudah dibuktikan bahwa  ilmu kedokteran  yang mereka anggap  tradisional itu ternyata  tidak ketinggalan zaman, bahkan mampu menyelesaikan problem kesehatan yang tidak dapat diatasi dengan kedokteran modern .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar